Masih cerita tentang diri gue. Jadi ringkasnya setelah lulus SMA, daftar boleh daftar, ternyata gue lulus di beberapa program beeasiswa tapi juga gak lulus di beberapa yang lainnya. Yang ngenesnya adalah, faktor ke dualah yang buat gue gak kuliah saat itu (gak lulus di beberapa yang lainnya). Daftar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta lulus dengan mudah hanya seleksi berkas untuk jurusan Teknologi Informatika. Dengan catatan beasiswa hanya satu smester dan asrama 1 smester. Di IC Jakarta sempet dapet juga beasiswa full sampai S3. Bego gak ya, beasiswa sebesar itu bener-bener gak gue lirik.
Selain itu, mau juga si ikut program beasiswa dikti ataupun PKPontren (pekapontren-red). Gila! bejibun tu persyaratannya. Apa lagi yang beasiswa PKPontren (sampe harus nyertain surat keterangan gak mampu segala). Pemerintah maunya apaan si ya? Mau dapet beasiswa aja harus segitunya, belom lagi alasan orang tua gak mau maintain ‘surat keterangan gak mampu’ ke RT. Duh pusinggg. Ya udah akhir kata, gue cari beasiswa yang menggiurkan tapi gak ribet administrasinya.
Walhasil dapetlah di Universitas Bakrie. Rating dari gue tuk universitas satu ini, “kecil-kecil luas juga”, and “kecil-kecil cabe rawit”. Dokumen-dokumen yang harus disiapin cukup sederhana, tapi harus bayar 100rb untuk pendaftaran. Yang jelas beasiswanya menggiurkan. Apalagi tesnya yang cuma 2 mata pelajaran. Takdir memang sangat bagus saat itu. Bayangkan dari peserta yang hanya 300 orang, nama gue gak masuk sama sekali. Ckckckck segitu parahnya. Tapi dari sinilah gue akhirnya bisa ke Pare. Kunjungan tak terduga yang mesti menjadi tempat berpengaruh dalam hidup gue.
Kalo seandainya gue kuliah tahun itu, kebayang, bakal menjadi 4 tahun yang paling sulit dalam hidup gue. Tanya kenapa? (kenapa tanya?). Karena keluar SMA gak ada skill yang bisa gue andalkan. Orang bilang jago komputer. Kalo seandainya gue ambil beasiswa komputer, sudah barang tentu saingan gue juga minimal setara kemampuannya dengan yang gue miliki (dasar atau basic). Trus apalagi skill yang gue punya??? Benerkan kata gue..
Gue bakalan belajar dari nol ketika masuk kuliah. Berarti spend time berserius ria dengan seluruh mata kuliah. Gak bisa cari kerja, tiap bulan uang limit dan limit. Akhirnya hidup nelangsa diperkuliahan. Tapi cerita ternyata berbeda. Liat bagaimana gue bisa berfikir sperti itu.
Lanjut kisah ke pare…

0 komentar:
Posting Komentar